Jakarta – Tim bulu tangkis putra Indonesia harus menerima hasil pahit di Piala Thomas 2026. Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah keikutsertaan, Indonesia gagal melangkah dari fase grup setelah kalah 1-4 dari Prancis pada laga terakhir Grup D di Forum Horsens, Denmark, Rabu (29/6/2026) dini hari WIB.
Indonesia langsung tertinggal setelah tunggal pertama Jonatan Christie tak mampu mengatasi Christo Popov. Jonatan kalah dua gim langsung 19-21 dan 14-21 dalam pertandingan berdurasi 55 menit.
Hasil serupa terjadi di partai kedua. Alwi Farhan juga harus mengakui keunggulan Alex Lanier setelah kalah 16-21 dan 19-21. Kekalahan tersebut membuat Indonesia tertinggal 0-2 dan berada di posisi sulit.
Harapan sempat muncul pada tunggal ketiga Anthony Sinisuka Ginting yang menghadapi Toma Junior Popov. Ginting memulai dengan baik dengan merebut gim pertama 22-20. Namun kondisi cedera mengganggu performanya, sehingga ia kalah di dua gim berikutnya 15-21 dan 20-22. Prancis pun memastikan keunggulan 3-0.
Peluang Indonesia menipis saat ganda putra Sabar Karyaman Gutama/M Reza Pahlevi Isfahani turun di partai keempat. Namun keduanya kalah dari Eloi Adam/Leo Rossi dengan skor identik 19-21, 19-21. Kekalahan itu memastikan Prancis menang 4-0 dan mengunci tiket perempat final.
Partai terakhir sudah tidak menentukan. Fajar Alfian yang berpasangan dengan Muhammad Shohibul Fikri berhasil mempersembahkan kemenangan hiburan setelah mengalahkan duo Popov melalui rubber game. Indonesia tetap kalah 1-4 dari Prancis.
Hasil tersebut menjadi catatan buruk bagi Indonesia yang selama ini menjadi tim tersukses Piala Thomas dengan 14 gelar. Untuk pertama kalinya, Indonesia harus tersisih di fase grup setelah kalah bersaing dengan Prancis dan Thailand.
Legenda bulu tangkis Indonesia Liem Swie King mengaku sedih melihat hasil tersebut. Ia menilai performa tim tidak sesuai dengan ekspektasi dan perlu evaluasi menyeluruh.
Menurutnya, perbaikan utama harus difokuskan pada peningkatan kualitas latihan. Ia menekankan pentingnya kerja keras agar Indonesia kembali kompetitif di turnamen beregu bergengsi tersebut.

































































