Jakarta – Pemerintah Kota Jakarta Timur menggandeng 24 organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk memperkuat pencegahan radikalisme dan ancaman terorisme di wilayah Jakarta Timur.
Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan deteksi dini melalui keterlibatan masyarakat di tingkat akar rumput.
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, mengatakan partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung upaya aparat keamanan.
“Peran aktif seluruh masyarakat akan sangat membantu tugas aparat penegak hukum, terutama dalam melakukan deteksi dini terhadap munculnya gerakan radikal maupun aktivitas terorisme,” kata Munjirin, Selasa (26/5/2026).
Kegiatan tersebut digelar oleh Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Jakarta Timur sebagai bagian dari penguatan kewaspadaan terhadap ancaman ideologi kekerasan di tengah masyarakat.
Sekretaris Kota Jakarta Timur, Eka Darmawan, mengatakan sosialisasi itu bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pencegahan radikalisme sejak dini.
Menurut Eka, organisasi kemasyarakatan memiliki posisi strategis karena berhubungan langsung dengan masyarakat di lingkungan masing-masing.
“Dengan keterlibatan aktif ormas, berbagai potensi ancaman bisa diantisipasi lebih awal melalui komunikasi dan edukasi kepada warga,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar upaya penanganan radikalisme tidak menimbulkan stigma negatif terhadap kelompok agama atau ras tertentu.
“Penanganan isu ini harus dilakukan secara adil, proporsional, dan tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat,” kata Eka.
Menurutnya, persoalan radikalisme dan terorisme tidak bisa diselesaikan hanya melalui pendekatan keamanan.
Pendekatan yang lebih komprehensif dibutuhkan, termasuk melalui pendidikan, dialog sosial, dan pelibatan organisasi masyarakat.
“Diperlukan pendekatan multidimensi untuk memecahkan akar persoalan ini, salah satunya dengan melibatkan organisasi kemasyarakatan,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapat pembekalan mengenai pola penyebaran paham radikal, strategi pencegahan berbasis komunitas, serta pentingnya memperkuat toleransi dan persatuan sebagai benteng sosial.
Pemkot berharap melalui sinergi ini masyarakat semakin aktif dalam mengenali dan mengantisipasi potensi ancaman, sehingga keamanan dan ketertiban di Jakarta Timur tetap terjaga.

































































