Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berjalan bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027 pada Senin (13/7/2026). Setelah sempat dihentikan sementara selama masa libur sekolah untuk keperluan evaluasi dan penyesuaian operasional, jutaan siswa kembali menerima layanan makan bergizi di sekolah masing-masing.
Kembalinya MBG menjadi salah satu momentum penting pada hari pertama sekolah. Di berbagai daerah, para siswa tidak hanya mengikuti kegiatan belajar mengajar dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), tetapi juga kembali menikmati layanan makan bergizi yang menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas gizi peserta didik.
Selama masa libur sekolah, Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program, termasuk pembenahan tata kelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pemutakhiran data penerima manfaat, serta penyempurnaan mekanisme distribusi makanan agar pelaksanaan pada semester baru berlangsung lebih optimal.
Pemerintah berharap evaluasi tersebut mampu meningkatkan kualitas pelayanan, baik dari sisi ketepatan sasaran maupun keamanan pangan. Pembenahan juga diarahkan untuk memastikan standar operasional seluruh dapur MBG berjalan lebih baik sehingga makanan yang disajikan memenuhi standar gizi dan higienitas.
Hari pertama pelaksanaan kembali MBG disambut antusias oleh para siswa. Kehadiran program tersebut dinilai membantu memenuhi kebutuhan gizi selama berada di sekolah sekaligus mendukung konsentrasi belajar setelah memasuki semester baru.
Selain menjadi bagian dari intervensi gizi nasional, MBG juga diharapkan terus memberikan dampak ekonomi melalui pemberdayaan pelaku usaha lokal, koperasi, kelompok masyarakat, hingga UMKM yang terlibat dalam rantai pasok bahan pangan dan penyediaan makanan.
Pemerintah menegaskan evaluasi terhadap MBG akan terus dilakukan secara berkala agar program prioritas nasional tersebut semakin akuntabel, tepat sasaran, dan mampu memberikan manfaat maksimal bagi peserta didik, khususnya mereka yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi.
Seperti di SD Negeri Grogol Utara 05 Pagi, Jakarta, dikutip dari laman Tempo.co, menu MBG dibagikan lebih pagi saat hari pertama sekolah pada tahun ajaran baru. Menu yang biasa disantap saat makan siang itu mendadak jadi menu sarapan para siswa.
Kepala SDN Grogol Utara 05 Pagi Jakarta Agung Tri mengatakan langkah tersebut diambil lantaran jatah makan bergizi diantar terlalu pagi, yakni pada pukul 07.00 WIB. khawatir kualitas makanan menurun jika baru dibagikan pada siang hari.
“Untuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi dimasaknya kan sudah dari dini hari. Jadi ketika datang, langsung kami bagikan,” ujar Agung.
Menu MBG yang dibagikan hari ini terdiri atas nasi, ayam teriyaki, perkedel, tumis wortel, dan sepotong semangka.
Menurut Agung, sebagian siswa menghabiskan makanan yang diterima. Namun, sebagian lainnya memilih menyimpan makanannya di wadah bekal yang mereka bawa, khususnya murid kelas I yang masih beradaptasi dengan lingkungan sekolah.
“Memang lebih baik dibagikan pagi saja makanannya, karena kalau siang sudah dingin dan anak-anak lebih memilih jajan,” kata Agung.

































































